Ketua Panwaslu Kota Palopo, Syafruddin Djalal, SH.

PORTALMAKASSAR.com – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Pemilu) Kota Palopo akhirnya memproses laporan dugaan ijazah palsu incumbent Judas Amir, Senin (12/2/2018).

Ketua Panwaslu Kota Palopo, Syafruddin Djalal, SH, menyampaikan hari ini menerima secara resmi laporan dugaan ijazah palsu atas nama pelapor Muaksa dan Abd Rauf M.

Baca: Bawa Bukti Dugaan Ijazah Palsu Judas Amir Tapi Ditolak Panwaslu Palopo, Warga Ini Kecewa ke Penyelenggara

“Sementara laporan Pak Rauf (Abd
Rauf M) hanya sebatas memberi surat tembus ke panwas yang ditujukan ke KPU Palopo,” kata Ketua Panwaslu Palopo, Syafruddin kepada portalmakassar.com, Senin (12/2) melalui sambungan telepon.

“Kami tetap menelusuri segala fakta diantara range waktu. Jadi tetap dikawal laporan ini,” sambungnya.

Diakuinya, beberapa hari ini, berita yang merebak Panwaslu Kota Palopo enggan memproses laporan tersebut, namun Syafruddin membantahnya.

“Saat itu mereka berdua hanya sebatas konsultasi (ke Panwaslu). Dan kemarin kami undang mereka untuk meminta kepastiannya. Karena berita sudah merebak seakan mereka sudah resmi melapor. Dan hari ini mereka sudah datang,” sambungnya.

Baca juga  3 Hari Jelang Penetapan Paslon, Polda Sulsel Panggil Incumbent 'DP' Sebagai Saksi

Terkait surat yang dikeluarkan yakni himbauan kepada pelapor untuk membawa bukti ijazah asli terlapor bukan fotocopyan, jelas dia, itu buka penolakan laporan.

“Kalimatnya harus dicermati. Saya gunakan kata “berkenan” artinya bisa iya dan bisa tidak. Tapi apapun itu kami tetap kawal laporan ini,” tambanya melalui pesan WA.

Sementara itu, Abd Rauf M, pelapor, berharap hasil dari proses sesuai aturan yang berlaku. “Kami sebagai WNI (Warga Negara Indonesia) berhak melaporkan jika ada dugaan pelanggaran. Sehingga kita percayakan proses ini berjalan dengan baik di pihak pihak terkait,” katanya melalui sambungan telepon.

(red1)

🔥154

Form Komentar