Bersikeras Tawarkan Diri Sebagai Pendamping IYL, Pakar Politik Nilai "Cakka" Tidak Konsisten

285
Andi Mudzakkar "Cakka" saat bersama Ketua PMI Sulsel, Ichsan Yasin Limpo

PORTALMAKASSAR.COM— Sikap bersikeras Andi Mudzakkar “Cakka” dalam menawarkan dirinya sebagai bakal pasangan Ichsan Yasil Limpo (IYL) pada Pilgub 2018 mendatang menuai penilaian miring terhadapnya, pasalnya berdasarkan beberapa pemberitaan sebelumya, Cakka merupakan salah satu ketua DPD II Golkar yang getol mendorong Nurdin Halid untuk maju di Pilgub Sulsel 2018.

Bahkan Bupati Luwu dua periode ini juga sempat menyatakan siap untuk memenangkan NH di Pilgub Sulsel 2018 dan pernah menawarkan diri tampil di garda terdepan untuk memenangkan Ketua Golkar Sulsel itu.

Selain itu, Cakka juga pernah menyatakan statement bahwa dirinya akan siap mundur jika ada Wija To Luwu (orang Luwu) maju di Pilgub kali ini.

Sebagaimana pasangan NH-Aziz yang telah mendeklarasikan dirinya jelas memperlihatkan idealnya merupakan keinginan Cakka sebelumnya

Namun, seiring berjalannya waktu, pernyataan demi peryataan yang telah dilontarkan olehnya kini tinggal jadi angin lalu. Cakka jelas sangat menginginkan mendampingi IYL pada Pilgub 2018

Atas sikap politik tersebut, Pakar politik Unibos Makassar, Arif Wicaksono berpendapat bahwa sikap yang seperti itu sangat tidak baik dalam etika politik.

Dari segi etika berpolitik juga sangat tidak bagus. Kalau Cakka sudah pernah menandatangi fakta integritas. Terlebih menyatakan dukungan ke NH lantas berubah, itu namanya tidak konsisten dan komitmen,” ucap Arief.

Arief juga menambahkan bahkan mengungkapkan, sikap seperti itu dalam politik adalah hal yang sering terjadi. Di mana ketika berbicara kepentingan, semua bisa berubah.

Jangan sikap figur, janji politik setelah terpilih jadi pemimpin kadang mereka lupa. Bahkan, tidak direalisasikan,” ungkap Arif.

Terakhir Arief menyarangkan kepada masyarakat agar cerdas dalam memilih pemimpin nantinya. (MJIEL/RED2)

MASUKKAN KOMENTAR ANDA