Dapat Restu Dari Kemendagri, Deng Ical Akan Melakukan Rotasi Struktural Pemkot

110
PLt Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal

PORTALMAKASSAR.com – Perihal adanya beberapa Jabatan Kosong di wilayah Lingkup Pemerintah Kota Makassar, Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Makassar, Syamsu Rizal akan melakukan rotasi jabatan.

Syamsu Rizal, mengaku telah mengirim surat ke Kemendagri perihal rencana pengisian Jabatan Kosong yang akan dilakukannya.

Menanggapi hal tersebut, Syamsu Rizal mengatakan bahwa dirinya telah mendapat restu dari Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo tentang pengisian jabatan dan Rotasi Jabatan dilingkup Pemerintah kota Makassar.

“Pengisian Jabatan ini sementara berprosesmi, 2 Minggu kedepan segera ada surat persetujuan Menpan RB dan sekaligus dalam surat itu kita minta jadi Ketua Timsel dan anggota Pansel dalam proses ini (pengisian dan rotasi jabatan),” jelas Daeng Ical.Selasa (6/3/2018).

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan menjadikan Jabatan untuk Posisi Sekertaris Daerah (Sekda) hal yang prioritas pasalnya sudah terlalu lama lowong (diiisi Pelaksana Tugas) semenjak Ibrahim Saleh pensiun di Juli 2017 lalu.

“Kemungkinan besar (Diseleksi) Sekda duluan, kemudian ke Eselon 2, Sekda kalau memungkinkan maret ini langsung dilantik oleh Gubernur, terus dalam jangka waktu tiga bulan kita seleksi semuanya, jumlah semuanya 247 Jabatan Kosong,” jelas Syamsu Rizal

Ia menjelaskan bahwa dirinya melalukan rotasi atas dasar kebutuhan dari organisasi, ia menilai bahwa dengan jumlah sebanyak 247 jabatan yang kosong yang akan di lakukan rotasi jika tidak dilakukan akan berdampak pada pelayanan.

“Bayangkan sekarang, tidak ada sekda, asisten tidak ada, staf ahli sisa satu, bagaimanami kondisi pemerintahanta, dan saya wajib melakukan rotasi dan pengisian jabatan kosong untuk mengefektifkan pelayanan,” jelas Daeng Ical

“Ia berharap jabatan Sekda cepat terisi (Definitif) karena Sekda tulang punggung pemerintahan,” tambahnya

Lanjut Deng Ical, Ia mengatakan nantinya ketika ada yang menilai hal tersebut (Rotasi Jabatan) dengan dianggap berbau Politik, dirinya menganggap bahwa itu adalah adalah hal yang wajar-wajar saja karena ini dekat dengan momentum politik yang serentak dilaksanakan di 12 Kabupaten dan Kota di Sulsel.

“Artinya kalau ada yang menilai seperti itu silahkan, sah sah saja tetapi kalau kau di liat seperti sekarang ini, ketika kau tidak isi apa kira-kira yang terjadi,” cetus Daeng Ical.

(Hamzah)

Berikan Komentar