Ditunjuk Plt Kadis Pendidikan, Ini yang Akan Dilakukan oleh Utta

126
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Makassar, Mukhtar Tahir ditunjuk sebagai Plt Kadis Pendidikan Kota Makassar yang ditinggal oleh Ismunandar karena memasuki masa pensiun.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Makassar, Mukhtar Tahir ditunjuk sebagai Plt Kadis Pendidikan Kota Makassar yang ditinggal oleh Ismunandar karena memasuki masa pensiun.

PORTALMAKASSAR.com – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Makassar, Mukhtar Tahir ditunjuk sebagai Plt Kadis Pendidikan Kota Makassar yang ditinggal oleh Ismunandar karena memasuki masa pensiun.

Penunjukan Utta sapaan Mukhtar Tahir sebagai Plt Kadis Pendidikan Kota Makassar melalui surat perintah pelaksana tugas, No: 800.4.571-2018, yang ditanda tangani oleh Plt Walikota Makassar, Syamsu Rizal.

Dalam surat perintah tersebut menyebut disamping jabatan sebagai kepala Dinas Sosial Kota Makassar, juga sebaga plt Kepal Dinas Pendidikan Kota Makassar dengan kewenangan melaksanakan tugas yang sifatnya rutin sementara yang sifatnya prinsipal dan dikoordinasikan dengan Walikota Makassar.

iklan

Saat ditenui, Mukhtar Tahir mengatakan apa yang telah diamanahkan oleh dirinya siap diemban.

“Kemarin saya menerima surat keputusan pelaksana tugas hari Selasa, ini merupakan amanah yang diberikan oleh pimpinan kepada saya dengan penugasan yang ada sehingga selaku bawahan yang diamanahkan saya siap untuk melakukannya,” ungkapnya, Rabu (14/3/2018).

Lebih lanjut mantan Kabag Humas ini mengatakan terkait koordinasi dengan Kadis Pendidikan sebelumnya, dirinya mengatakan saat ini dirinya belum berkoordinasi persoalan tersebut, namun dalam waktu dekat dirinya akan memetahkan apa yang menjadi persoalan penting.

“Jadi belum tau apa yang menjadi karna saya belum koordinasi mudah-mudahhan dalam waktu dekat ini kita sudah bisa memetahkan apa yang menjadi persoalan persoalan penting didalam bagaimana membuat anak-anak didik kita cerdas,” tuturnya.

Terkait guru honorer dirinya mengatakan persoalan guru honorer merupakan bagian skala-skala dan dijadikan sebagai rujukan dalam menyelesaikan permasalahan guru honorer.

“Itu adalah bagian dari skala yang harus di jadikan sebagai rujukan kita didalam penyelesaian Persoalan guru honor,” tutupnya.

(Hamzah)

MASUKKAN KOMENTAR ANDA