Dosen Lulusan Jerman: Danny Pomanto Punya Peluang Besar

78
Danny Pomanto
Danny Pomanto

PORTALMAKASSAR.com -Dosen lulusan S3 bidang filsafat politik Universitas Bonn, Jerman, Sukri Tamma menilai peluang incumbent Moh Ramdhan “Danny” Pomanto di pemilihan wali kota (pilwalkot) 2018 ini masih sangat besar untuk memang.

Menurutnya, Danny Pomanto sapaan akrab pasangan dari Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) memiliki modal program kerja yang dianggap berhasil dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Makassar.

“Peluang incumbent seperti biasa dianggap punya waktu lima tahun menjabat untuk membangun basis dukungan di periode berikutnya, jadi paling tidak dia menguasai jaringan birokrasi dan jaringan-jaringan yang ada di masyarakat yang berhasil lewat program yang dilakukan,” katanya, Minggu (28/1/2018).

Apa lagi, pasangan Danny Pomanto, kata dia yang juga Dosen Fisip Unhas Makassar, Indira belakangan ini banyak bergerak di basis-basis komunitas dan lorong-lorong. Dan bahkan diterima secara baik oleh masyarakat.

“Dia banyak bermain di peluang itu. Tetapi untuk jaringan birokrasi sekarang ini sudah agak ketat pengawasannya sehingga agak sulit secara maksimal. Meski ada faktor dalam konteks demikian,
ada larangan UU ASN, jaringan itu tetap sangatlah besar,” terang pengamat sosial dan politik lulusan S1 ilmu politik dan S2 Sosial Politik Universitas Gaja Madah (UGM) ini.

Ditambah lagi, adanya dukungan personal dari para tokoh-tokoh dan simpatisan partai politik (parpol). Meski secara formal (kepartaian) tidak mendukung.

Lantaran, mereka menjadi partai pengusung lawan politik Danny Pomanto.

Sementara, penantang Danny Pomanto, pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) hanya mengandalkan jaringan dari 10 partai pengusung yang notabenenya masyarakat di basis pendukung partai tersebut telah merasakan hasil kerja-kerja Danny Pomanto empat tahun belakangan ini.

Jadi masyarakat akan diperhadapkan dengan dukungan partai dan program yang berhasil. Peluang pak Danny juga tergantung nantinya dengan kerja-kerja timnya, tapi lagi-lagi saya lihat peluang pak Danny besar, melalui keberhasilan program. Appi-Cicu harus memaksimalkan dukungan partai politik.

“Jadi intinya, program vs partai. Pemilih apakah akan mendukung partai (kedekatan komunitas Appi-Cicu) atau akan mendukung keberhasilan pak Danny membangun jaringan melalui program lorong, kebersihan yang oleh masyarakat melihat keberhasilannya,” terang Sukri. (red/rils)

MASUKKAN KOMENTAR ANDA