Hmmm, Dikena OTT KPK, Ridwan Mukti Mengundurkan Diri Dari Golkar dan Gubernur Bengkulu

251
Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti. Dok/Suara Golkar

PORTALMAKASSAR.COM – Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti bersama isterinya Lily Martiani Maddari dan 2 pihak swasta resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rutan berbeda, pada Rabu (21/6) pagi.

Seperti dilansir di MI, Ridwan Mukti menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat Bengkulu dan juga menyatakan pengunduran dirinya sebagai Ketua DPD Partai Golkar (PG) sekaligus menegaskan pengunduran dirinya sebagai Gubernur Bengkulu.

Ridwan menyampaikan permohonanan maafnya kepada masyarakat Bengkulu dan menyatakan dirinya bertanggung jawab atas kekhilafan isterinya.

Pada kesempatan itu pula Ridwan menyatakan pengunduran dirinya jabatan pemerintahan dan kepartain. Ditanyai apakah dirinya mendapatkan antuan hukum dari Partai Golkar Ridwan mengatakan belum mengetahuinya, seraya memasuki mobil tahanan yang membawanya ke rutan Guntur untuk menjalani penahanan, 20 hari ke depan.

Sementara Ketua Umum Golkar Setya Novanto angkat bicara soal Ketua DPD I Golkar yang juga Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti yang terkena OTT KPK. Novanto mendukung penegakan hukum yang sedang berjalan terhadap Ridwan.

“Kita serahkan ke KPK. Kita dukung supremasi hukum,” kata Novanto di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/6/2017) dikutip di detik.

Novanto menyebut partainya akan tetap memberi bantuan hukum ke Ridwan. Dia juga mendengar Ridwan telah mengundurkan diri. Dia mengapresiasi hal itu.

“Tentu saya mendengar tadi pagi gubernur yang juga Ketua DPD I PG menyampaikan mengundurkan diri baik secara gubernur maupum DPD I. Saya beri apresiasi yang langsung melakukan hal terbaik buat kepentingan penyidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Ke depan, Novanto ingin kader Golkar tidak lagi korupsi. Dia memberi peringatan.

Seperti diberitakan sebelumnya penyidik KPK Selasa (20/6) siang menangkap 6 orang dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) di Bengkulu. Pada pukul 10.30 WIB, Selasa siang, mereka ditangkap penyidik KPK seusai melakukan praktik suap-menyuap. Dalam OTT tersebut selain menangkap ke-6 orang tersebut, penyidik KPK juga menyita sejumlah uang dalam sebuah kardus.

(Hsn)

MASUKKAN KOMENTAR ANDA