Ibarat Sepak Bola, Ketua FMI: Politik Harus Fairplay

69
Ketua FMI, Nurhidayatullah B. Cottong
Ketua FMI, Nurhidayatullah B. Cottong

PORTALMAKASSAR.COM – Gagalnya Timnas Brazil pada gelaran Piala Dunia Rusia 2018 cukup membuat Ketua Fraksi Muda Indonesia kecewa.

Hal itu diungkapkannya pada reporter portalmakassar.com pada salah satu warkop di Jalan Boulevard Makassar, Selasa (10/7/2018).

Ia merasa masih belum bisa melupakan kekalahan Neymar dan kawan-kawan atas Timnas Belgia.

Sebelumnya, Gol bunuh diri Fernandinho dan De Buyne tak mampu di balas tim asuhan Tite. Tim samba hanya mampu memperkecil keadaan melalui sundulan Renato Augusto.

“Tak ada tim sehebat Brazil di gelaran Piala Dunia kali ini, kekalahan atas Belgia merupakan kesialan saja, karena Brazil tampil lebih dominan,” ungkap Nurhidayatullah B. Cottong. Ketua FMI.

Ia menuturkan, skuad Brazil yang paling merata kemampuannya mulai dari penjaga gawang hingga penyerang.

“Timnas samba kita tahu ada Alison, Tiago Silva, Willian hingga Neymar. Mereka adalah nama-nama besar dunia,” lanjutnya.

Ia melanjutkan, sepakbola itu mirip politik, yang paling baik menyiapkan amunisinya ialah yang menjadi pemenangnya, namun kembali sekuat apapun rencana dan kekuatan, jika tuhan tidak mengizinkan kemenangan itupun tak akan terjadi.

“Hikmahnya adalah Sepak bola dan Politik harus sama-sama bermain sportif (Fairplay), dan berakhir sembari bersalaman,” tutupnya.

(Zaki)

MASUKKAN KOMENTAR ANDA