Idap Penyakit 16 Tahun, Ranti Harap Bantuan Pemerintah

65
Arianti warga Jl. Abdesir lorong 11 yang telah mengidap penyakit selama 16 tahun kini terbaring lemah di rumahnya setelah keluarga tidak sanggup membiayai pengobatannya

PORTALMAKASSAR.com – Arianti warga Jl. Abdesir lorong 11 yang telah mengidap penyakit selama 16 tahun kini terbaring lemah di rumahnya setelah keluarga tidak sanggup membiayai pengobatannya, selama 16 tahun keluarga hanya melakukan perawatan berjalan dengan beberapa dokter untuk mengobati Arianti, Rabu (7/3/2018).

Penyakit yang di derita anak ibu Desi sejak berusia1 tahun,  akibat sang anak buta dan kepala yang membesar pada, sehingga pada umur satu tahun di operasi di salah satu rumah sakit di Makassar.

Namun setelah di rawa selama tiga bulan, kondisi sang anak yang tidak ada perubahan, serta kondisi keuangan yang semakin menipis, mengharuskan keluarga melakukan perawatan di rumah.

Selain suami Desi yang menjadi tulang punggung untuk membiayai penyakit sang anak, sang nenek pun membanting tulang untuk membantu biaya pengobatan Arianti, selain bekerja sebagai pemulung nenek juga bekerja sebagai tukang urut.

Arianti kini terbaring lemas dan kurus di rumah, selama 15 tahun arianti tak pernah di besuk pemerintah kota Makassar, bahkan Gubernur Sulses serta Wali Kota tak pernah membesuk Arianti.

Dalam beberapa waktu lalu, beberapa kepala pemerintah telah membesuk keadaan Arianti, mulai dari Camat hingga wakil Gubernur Sulsel.

“Adami dokter dari puskesmas, dari pak camat, pak lurah, pemuda Pancasila, wakilnya gubernur, dan persatuan gereja-gereja,” ucapnya dalam logat Makassar saat di wawancarai reporter portalmakassar.com

“Jangan mi mi di bawa ke rumah sakit karena banyak kondisi dan situasi yang kami pikirkan, karena dimana mi keluargaku, manami anakku yang mau di rawat, dimana mi juga suamiku, dan 15 cucu yang mau di rawat,” tuturnya

Selama sakit, bantuan yang datang hanya obat-obatan yang tidak memiliki dampak terlalu banyak kepada kondisi Arianti. pihak pemerintah dan rumah sakit yang pernah membesuk hanya memberikan janji.

“Kita tidak mau di janji-janji, dokter yang menjenguk dulu janji mau bawa kasur pagi ini, tapi tidak bawa ji sampai sekarang,” jelasnya.

Selain kondisi keuangan, keluarga juga telah mempertimbangkan ketika anaknya dibawa ke rumah sakit, ia beranggapan diawal masih dalam perawatan dokter, namun setelahnya di lepaskan begitu saja.

“sudah mi saya pertimbangkan sama bapak dan suamiku, tidak usah mi kita bawa ke rumah sakit, karena begitumi, awalnya di rawat baik ji sama dokter, tapi setelahnya itu di lepas mi Ki, tidak perduli mi pihak rumah sakit, sudah banyak mi kejadian begitu,” tutupnya. (andis)

MASUKKAN KOMENTAR ANDA