Kapolda Sulbar Sosok Pemimpin yang Religius

249
Kapolda Sulbar, adalah sosok yang sangat religius
Kapolda Sulbar, adalah sosok yang sangat religius

PORTALMAKASSAR.com – “Semoga ilmu yang dipelajari ini dapat dibagikan kepada keluarga dan jiran kita” demikian sang penceramah menutup ta’lim atau pembacaan kitab di atas mimbar, ba’da Subuh ini di Masjid Babul Jannah Pasar Regional Mamuju, Sulawesi Barat.

Tanpa protokol, setelah imam mengucapan salam, sang penceramah langsung naik ke mimbar. Membacakan kitab tebal warna hijau. Saya berada di shaf kedua, jadi tak jelas apa judul kitabnya. Setelah mengucapkan salam, beliau langsung membawakan ta’limnya. Pada bagian ceramahnya, saya mendengar kata-kata yang dulu cukup familiar kudengar: sejuk, jiran, sedap, pertapakan. Itu adalah kata-kata yang biasa saya dengan ketika masih kuliah di Malaysia. Maknanya sama dengan bahasa Indonesia, tetapi penggunaan kata itu agak berbeda.

Saya sempat pikir bahwa beliau adalah saudara kita, Jamaah Tabligh yang datang dari Malaysia mengadakan perjalanan dawah (huruj) ke Mamuju dan sekitarnya. Setelah ceramah, beliau turun dari mimbar. Lalu pak Imam membaca doa. Kemudian sesama jamaah saling salaman. Beberapa menit beliau ngobrol dengan jamaah, tentang pembangunan dan jumlah jamaah di masjid ini.

Oh ya, masjid ini berada di belakang Pasar Regional Mamuju, adalah masjid darurat. Terbuat dari kayu, beratap seng, karpet, dan setengah dinding terbuka. Sedang dibangun masjid baru yang baru penggalian sebagian pondasi, persis di seberang jalan. Berukuran sekitar 15 x 15 meter, cukup luas. Tadi jamaah subuh cukup banyak, satu setengah shaf. Menurut Pak Imam, ustadz Alimuddin (alumni Pesantren Mangkoso Barru), kalau shalat Duhur, Ashar, Magrib dan Isya, jumlah jamaah banyak, sampai ke belakang. Jika shalat Jum’at, meluber sampai keluar. Ini dapat dimaklumi, karena berada di daerah keramaian, pasar.

Kembali ke penceramah tadi. Setelah ngobrol-ngobrol dengan jamaah, beliau pamit. Sambil berjalan menuju pintu keluar, saya memberanikan diri menyapanya. Menanyakan kapan dari Malaysia? Sotta (sok tahu….hehe). Tidak, saya bukan orang Malaysia. Saya bilang tadi saya dengar banyak kata-kata Malaysia? Saya lama bertugas di Medan Sumatra Utara, sahutnya. Memang bahasa Malaysia dengan bahasa Melayu Deli, banyak memiliki persamaan. Kami kenalan sebentar. Dia memperkenalkan diri, saya Baharuddin, Kapolda di sini. Kaget saya?

Saya juga memperkenalkan diri, Haidir dosen UIN Alauddin. Acara apa di sini, tanyanya? Saya ada tugas negara, jadi anggota Timsel KPU. Beliau manggut. Lalu stafnya membukakan pintu mobil fortuner atau merek apa saya lupa. Beliau naik, dan membuka kaca, mengucapkan salam dan melambaikan salam kepada kami jamaah yang ikut mengantar sampai ke pintu masjid.

Saya memang pernah dengar bahwa Kapolda Sulbar, adalah sosok yang sangat religius. Seorang jamaah mengatakan, selama menjabat Kapolda, beliau selalu keliling masjid dan membawakan ta’lim. Jamaah tadi juga mengatakan, sejak beliau menjabat Kapolda, keamanaan di Sulbar lebih baik. Tadi saya merasakan aura ghirah keagamaannya. Beliau sempat mengkritik kantor Bupati Mamuju, yang tidak punya masjid. Hanya mushalla kecil. Pegawainya lebih senang shalat di ruangannya daripada ke masjid.

Beliau juga mengapresiasi jamaah masjid Babul Jannah walaupun sedang direnovasi. Beliau mengatakan akan menyampaikan keadaan masjid ini kepada Bupati agar memeroleh perhatian. Kalau tidak salah, Pak Kapolda ini adalah orang Duri Enrekang, besar dan sekolah SMA juga di Bone. Satu sekolah dengan teman saya, dr. Surahman yang saat ini sedang bertugas di Jakarta.

Mantap Pak Kapolda. Jika seorang pemimpin senantiasa memiliki ghirah keagamaan yang tinggi, para pengikutnya juga akan ikut. Pemimpin yang memiliki ghirah keagamaan, akan menular kepada kinerjanya dalam melaksanakan kepemimpinannya. Sayang sekali saya tak sempat selfie dengan Pak Kapolda.

Masjid Babul Jannah, Pasar Regional Mamuju, Sulawesi Barat, ba’da Subuh, Kamis, 08 Maret 2018

Penulis: Haidir Fitra Siagian (Dosen UIN Alauddin Makassar)/red4

MASUKKAN KOMENTAR ANDA