Kasdam VII Wirabuana Bekali Penguatan Jati Diri Mahasiswa UIN

304

PORTALMAKASSAR – Kasdam VII Wirabuana Brigjen TNI Supartodi memberikan materi yang bertajuk “PENGUATAN JATI DIRI MAHASISWA SEBAGAI ANAK BANGSA” pada kegiatan Pembekalan Mahasiswa KKN Reguler Angkatan ke-54 dan 55 Universitas Islam Negeri Alauddin tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) LP2M UIN Alauddin Makassar tanggal 15 Maret 2017 di kampus II Samata Gowa.

Pembekalan diberikan kepada mahasiswa yang akan melaksanakan KKN bertujuan untuk memberikan pemahaman agar para mahasiswa UIN Alaudin senantiasa memiliki jatidiri sebagai anak bangsa, rasa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi, semangat pantang menyerah serta kerelaan untuk berkorban demi bangsa dan negaranya, melalui pengabdian kepada masyarakat dengan mengaplikasikan ilmu yang telah didapat di kampus. Selain itu agar mahasiswa memahami bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan majemuk apabila tidak dikelola dengan baik maka dapat berpotensi terjadinya perpecahan dan disintegrasi bangsa.

Mengawali ceramahnya Brigjen TNI Supartodi memberikan penjelasan tentang perkembangan lingkungan strategis dan pengaruh globalisasi mulai dari hukum, HAM, lingkungan hidup dan teknologi informasi. Saat ini teritori suatu negara tidak ada sekat, tidak ada batas akibat pengaruh teknologi informasi, oleh karenanya penguatan jatidiri bangsa mulai dari aspek Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya serta Agama harus kuat dan kokoh menghadapi dampak arus globalisasi tersebut, hal ini bila tidak disikapi dengan baik dapat berpotensi menghancurkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara dan mengganggu kedaulatan NKRI

“Dunia maya bagian dari pengaruh pesatnya teknologi informasi merajalela di seluruh generasi dan tidak mengenal usia bahkan menjadi gaya hidup seseorang, bila tidak bijak menyikapi dan mengimplementasikan akan merubah watak, sikap dan perilaku seseorang. Pembentukan opini, melakukan provokasi, penyebaran berita hoax, paham radikal dan teroris sangat mudah melalui media sosial dan media internet lainnya” ungkap jenderal bintang satu yang mengawali karirnya di Yonif 726.

Kasdam juga mengingatkan kembali tentang ancaman atau penjajahan gaya baru melalui penggunaan Handphone (HP), “yaitu : 1) Yang dijajah tidak merasa dijajah; 2) Rela keluarkan uang untuk penjajah (HP); 3) Penjajahan sampai ke rumah-rumah; 4) Menokohkan penjajah sebagai pahlawan”. Kenyataan seperti ini tidak bisa dipungkiri lagi. Selanjutnya bahaya dan ancaman narkoba bisa menghancurkan generasi penerus (lost generation), oleh karena itu Indonesia dalam keadaan darurat narkoba dan Sulawesi Selatan termasuk provinsi yang dalam kategori darurat narkoba, “sangat menyedihkan” ungkapnya.

Oleh karena itu mahasiswa harus memiliki jatidiri bangsa yang dilandasi dasar Pancasila, Centre of gravity sebagai perekat dan pemersatu bangsa adalah Bhineka Tunggal Ika, mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan baik agar bangsa Indonesia tetap kuat dan disegani bangsa-bangsa di dunia karena memiliki komitmen dan jati diri bangsa dalam ber Bhineka Tunggal Ika.

Sebelum mengakhiri ceramahnya Brigjen TNI Supartodi, menukil ungkapan Raja Salman yang baru saja berkunjung ke Indonesia, “Harmoni menjadi salah satu pilar penyokong stabilitas di Indonesia, itulah pentingnya toleransi”. Kemudian beliau juga mengunggah pernyataan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, “apapun agama, suku, etnis dan asal daerahnya, adalah satu bangsa Indonesia”.

Sebanyak 2.920 Mahasiswa mengikuti pembekalan dari 8 fakultas dan akan melaksanakan KKN selama 2 bulan mulai tanggal 24 Maret 2017 sampai tanggal 28 Mei 2017 di duabelas kabupaten provinsi Sulawesi Selatan. Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UIN Prof. Dr. H. Musafir Pababari, MSi, Wakil rektor IV Prof. Hamdan Juhanis MA, PhD; Wakil dekan Fakultas Saintek Dr. Wasilah, ST.MT; Kasubag Humas Ismi Sabariah, S.A.B, M.Adm, SDA dan Ketua Panitia pembekalan KKN Dr. Andi Marjuni. MPd serta Pa Ahli Pangdam bidang Hanneg Kolonel Kav Susanto dan Letkol Arm Bambang Irawan.
(Jie/Rilis)

Berikan Komentar