Kolaborasi Dompet Dhuafa dengan UNHAS untuk Gizi Buruk dan Campak di Asmat

79
Dok. Dompet Dhuafa Sulsel

PORTALMAKASSAR.com – UNHAS berkoordinasi dan kolaborasi dengan Dompet Dhuafa di bidang kemanusiaan untuk respon Respon Gizi Buruk dan Campak di Asmat, di Rektorat Universitas Hasanuddin pada Senin (5/2/18)

71 orang meninggal akibat wabah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua. Kebanyakan dari korban adalah anak dan balita.

Menteri Sosial Republik Indonesia, Idrus Marham, bersama Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dwia Aries Tina Palubuhu, M.A. melepas tim Medis dan Tim Kesehatan Unhas untuk Asmat. Dalam sambutannya, Dwia menyampaikan program untuk Asmat adalah program yang serius. Nantinya akan mengirim tim Ahli untuk Asmat selain itu akan didikung oleh residen dari penyakit dalam, kandungan dan kebidanan, anak, ahli gizi, anestesi. Sebanyak 17 orang akan melaksanakan program tinggal satu bulan untuk tahap pertama.

“Yang paling penting untuk tujuan yang mulia, tujuan untuk kemanusiaan ini, tentu kami tidak bisa bekerjasama sendiri. Kemarin kami sudah berkoordinasi dengan Dompet Dhuafa, kemungkinan-kemungkinan yang bisa dibantu. Kali ini kami sudah mendapat support dari kementerian dalam bentuk obat, makanan-makanan tinggi kalori, tinggi protein, susu dan sebagainya,” lanjut Dwia dalam sambutannya.

Sementara itu, Pjs. Pimpinan Cabang DD Sulsel, Rama Adi Wibowo mengatakan akan dilaksanakan kembali pertemuan lanjutan antara Universitas Hasanuddin dan Dompet Dhuafa untuk implementasi program. Adapun, program untuk Asmat terbagi menjadi program jangka pendek sebagai awalan, program jangka menengah dan program jangka panjang.

Tim Dompet Dhuafa telah melakukan assessment awal untuk Program Kemanusiaan Asmat. Saat ini, tim kesehatan Dompet Dhuafa telah memberangkatkan 2 orang Tim Medis untuk Asmat.

“Program yang akan dikolaborasikan oleh DD-UNHAS bersifat berkelanjutan dan komprehensif. Assesment yang dilakukan meliputi berbagai sektor, sehingga intervensi program yang akan dilaksanakan menjadi solusi yang menyeluruh dan memberikan kesejahteraan masyarakat lokal,” harap Rama.

“Sebagai respon awal, Dompet Dhuafa telah mendirikan Pos Sehat dengan program intervensi yang meliputi aktifitas assessment, pendataan dan pendampingan anak gizi kurang dan gizi buruk. Kemudian dilanjutkan dengan program pos gizi dengan pendekatan positive defience, penyediaan air bersih dan program pengelolaan pangan dengan membangun lumbung pangan di jalur-jalur perlintasan suku Asmat, dalam bentuk Program Foodbank For Asmat,” lanjut Rama.

Papua adalah kita. Perlu kerja keras kita semua untuk mewujudkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat Papua, dengan tetap menjadikan masyarakat Papua sebagai subjek, bukan objek uluran tangan semata.

#Kitorangbasudara, Bantu Merawat Asmat:

Rekening Donasi:
BNI Syariah 015.938.7145
An. Yayasan Dompet Dhuafa Republika

Tambahkan angka (181) diakhir donasi Anda
*Contoh Rp. 500.000 menjadi Rp. 500.181

Konfirmasi dan layanan jemput donasi
WA: 0853 7321 1111
Telp: (0411) 467 4565

Laporan: Humas Dompet Dhuafa Sulsel

MASUKKAN KOMENTAR ANDA