LK Se UNM Demo Tolak KKN Berbayar, Rektor Sebut Tidak Masuk Akal

400
Rektor UNM (baju putih) saat menanggapi tuntutan demonstran di Jalan AP Pettarani depan Menara Pinisi, Rabu (7/2). (Foto: Profesi)

PORTALMAKASSAR.com – Lembaga Kemahasiswaan (LK) se Universitas Negeri Makassar (UNM) yang tergabung dalam Aliansi Orange kembali turun ke jalan dalam aksi tolak KKN berbayar di Jalan AP Pettarani depan Menara Pinisi, Rabu (7/2) sore.

Aksi lanjutan tolak KKN berbayar kali ini sampai menutup empat ruas jalan sehingga menimbulkan kemacetan. Puluhan aparat kepolisian juga turut serta dalam mengawal di lokasi aksi.

Dalam orasi perwakilan mahasiswa menyatakan bahwa menolak dengan tegas KKN Berbayar dan menuntut rektor untuk mencabut surat keputusan rektor No:590/UN36/KU/2018.

Mahasiswa juga menuntut agar Menristekdikti untuk dicopot dari jabatannya karena dianggap tidak konsisten dalam mengartikan kata “Tunggal” di Uang Kuliah Tunggal.

Setelah beberapa waktu, Rektor UNM, Prof Husain Syam akhirnya menemui mahasiswa. Pada awal klarifikasinya dihadapan mahasiswa, Husain Syam mengimbau semua pimpinan fakultas menjelaskan perihal aturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) terkait KKN berbayar.

“Itu setiap dekan, tolong kasi pengertian pada mahasiswanya. Itukan dekan juga yang punya peran,” katanya setelah memberikan konfirmasi pada massa aksi,” kata Guru Besar Teknologi Pertanian ini.

Kendati demikian, Rektor menjelaskan, tidak dapat mengabulkan tuntutan aksi, disebabkan hal ini diluar kemampuannya selaku rektor. Dia pula menyebutkan jika aksi kali ini, dirasa tidak masuk akal.

“Tindakan mahasiswa ini memang tidak masuk akal. Tapi saya tidak bisa mencabut peraturan yang di luar kewenangan saya,” jelasnya dikutip di profesi.

Terlebih lagi, sambung Rektor UNM, mengatakan akan masuk penjara jika mencabut aturan dari Kemenristekdikti.

“Harusnya kalian tahu, saya bisa masuk penjara jika melanggar bahkan sampai mencabut aturan Kemenristekdikti,” jelas Pria asal Polman ini.

(red1)

Berikan Komentar