Mudzakkir Ali Djamil Siap Perjuangkan Penambahan Anggaran Sektor Pendidikan

MUDA

PORTALMAKASSAR.COM – Pembahasan anggaran RAPBD 2019 Kota Makassar sementara dilakukan di Badan Anggaran (Banggar) dan komisi-komisi DPRD Kota Makassar. Direncanakan akhir bulan November RAPBD 2019 akan disahkan menjadi Perda APBD 2019.

 

Anggota Banggar, Mudzakkir Ali Djamil mengkritisi rendahnya alokasi belanja disektor pendidikan khususnya sarana dan prasarana pendidikan.

“Dalam 3 tahun terakhir ini, sektor kesehatan mendapatkan alokasi belanja yang cukup besar. Kita sudah melakukan perbaikan sarana dan prasarana kesehatan termasuk alokasi belanja layanan kesehatan untuk masyarakat kurang mampu. Hampir seluruh puskesmas telah direnovasi. Tentu saja ini sangat baik bagi masyarakat Kota Makassar,” kata Mudzakkir.

Bahkan sambungnya, Tahun 2019 pun disiapkan anggaran ratusan milyar untuk pembangunan RSUD Makassar, peningkatan Puskesmas Batua dan Jumpandang Baru menjadi rumah sakit tipe C.

“Kami sangat support hal tersebut,” ungkap Mudzakkir.

Meski begitu, lanjut Mudzakkir, Tahun 2019 sektor pendidikan mestinya mendapat perhatian yang lebih besar, khususnya sarana dan prasarana pendidikan.

“Sekolah kita masih butuh perbaikan fisik, penambahan ruang kelas baru, perbaikan halaman dan pagar, pengadaan meja kursi. Selain itu kesejahteraan bagi guru kontrak, beasiswa bagi siswa kurang mampu dan berprestasi juga harus ditingkatkan,” ungkapnya.

Dalam RAPBD 2019, pemerintah mengalokasikan belanja sarana dan prasarana 66 M lebih, akan tetapi hanya 10 Milyar lebih yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) selebihnya 50 Milyar lebih bersumber dana pusat DAK.

Padahal target PAD tahun 2019 sangat besar yaitu sebesar 1,6 Trilyun. Idealnya, pemerintah mengalokasikan minimal 100 Milyar belanja sarana prasarana pendidikan yang bersumber dari PAD Makassar.

“Inilah yang terus akan saya perjuangkan di Badan Anggaran. Saya akan minta komisi D rekomendasikan alokasi tersebut ke badan anggaran,” tegas Mudzakkir Ali Djamil yang juga anggota Komisi D.

“Selain sarana prasarana pendidikan, saya juga meminta pemerintah untuk menambah alokasi anggaran insentif guru mengaji yang di RAPBD 2019 tidak mengalami peningkatan dari 2 tahun sebelumnya yang hanya 2,5 Milyar untuk 2500 guru mengaji. Saya sudah sampaikan di Banggar maupun komisi agar ditingkatkan menjadi 5 Milyar untuk 5000 guru mengaji,” katanya.

(RL)

Berikan Komentar