Opini Sudirman Muhammadiyah: Dramaturgi ‘Teaterikal Sang Sutradara’

57

Penulis: Sudirman Muhammadiyah

(Penggiat media sosial, pengajar sosiologi politik)

 

PORTALMAKASSAR.COM – Dramaturgi; teater dan drama mempunyai makna yang sama dengan interaksi sosial dalam kehidupan manusia. Dramaturgi dicetuskan oleh Erving Goffman (1959) yang karya “Presentation of Self in Everyday Life”. Hidup diibaratkan sebagai sebuah panggung yang memiliki kisah. Masing-masing manusia memerankan tokoh-tokoh yang saling berinteraksi satu sama lain dalam berbagai konteks kehidupan.

Dramaturgi sejatinya adalah sebuah perspektif sosiologi yang menitikberatkan pada manajemen dalam kehidupan sehari-hari. Erving Goffman melalui teori dramaturgi mencoba untuk membandingkan dunia manusia dengan dunia teater serta menggambarkan perbandingan antara manusia di kehidupan nyata dengan para pemain atau pemeran di atas panggung. Dalam proses yang dilakukan oleh manusia, maka ia hanya dapat melihat penampilan atau apa yang ditampilkan oleh manusia lainnya.

Berbicara politik, tak bisa dipisahkan dengan para komunikator politik yang mempunyai peran penting untuk merancang dunia satu ini. Berbagai macam lobi dilakukan untuk menghidupkan dan meramaikan panggung politik. Setiap komunikator politik mempunyai peran dan bagian masing-masing tak beda dengan sandiwara yang dimainkan oleh aktor film untuk menghibur para penonton.

Momentum adalah kesempatan emas bagi mereka untuk merancang strategi kekuatan politik dalam memerankan sesuai dengan bagiannya masing-masing. Pasalnya, selincah apapun seorang politisi, ia akan menggunakan momentum dengan baik-baik kalau tidak mau tidak mendapatkan peran dalam dunia itu. Setiap komunikator politik ulung mempunyai momentum masing-masing.

Benar nyanyian Ahmad Albar tentang, Dunia ini panggung sandiwara
Cerita yang mudah berubah
Kisah Mahabarata atau tragedi dari Yunani
Setiap kita dapat satu peranan
Yang harus kita mainkan
Ada peran wajar ada peran berpura pura

Mengapa kita bersandiwara
Mengapa kita bersandiwara

Peran yang kocak bikin kita terbahak bahak
Peran bercinta bikin orang mabuk kepayang
Dunia ini penuh peranan
Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan

Mengapa kita bersandiwara
Mengapa kita bersandiwara

Dunia ini penuh peranan
Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan

Mengapa kita bersandiwara???

Dalam dunia akademik tidak dibenarkan berbohong, tapi boleh salah. Kalau salah ulangi sampai benar,  trial n error,  tapi jangan mengakui karya orang tanpa mengutip pengarangnya. Salah dalam politik fatal, kalau bohong yah minta maaf.

Berikan Komentar