Pengamat Politik: Tak Usah Reaktif Dengan Penggerak #2019GantiPresiden

31
Andry Arief Bulu (Kiri) sebagai moderator dan narasumber (tengah), dan Arqam Azikin (kanan).

PORTALMAKASSAR.COM – Pusat Relawan #2019GantiPresiden Sulawesi Selatan (RGP Sulsel) meresmikan sekretariat di Jalan Raya Baruga, Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Ahad (9/9/2018) sore tadi.

 

Dirangkaikan dengan Diskusi Publik bertema “Problematika Kebangsaan dan Kedaulatan NKRI”, acara itu dihadiri puluhan relawan dari gabungan aktivis ormas Islam, politisi, akademisi, pengacara, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Dalam diskusi publik yang dimoderatori mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel, Andry Arief Bulu, tersebut, pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Arqam Azikin, memastikan kelompok penggerak #2019GantiPresiden bagian dari komunikasi politik.

Sehingga, ia meminta kepada semua pihak agar tidak terlalu reaktif yang sifatnya berlebihan dengan gerakan itu.

“Tidak boleh ada yang ditakuti. Ini pertandingan kreativitas. Diksinya bagian dari komunikasi politik. Yang tidak boleh kalau keluar kata makar,” tutur Arqam.

Senada dengan Tadjuddin Rachman. Pengacara senior Sulawesi Selatan itu memastikan gerakan #2019GantiPresiden sejalan dengan peraturan perundang-undangan dan tidak ada pelanggaran yang ditimbulkan.

Menurutnya, yang patut disesalkan jika pihak aparat justru terkesan melakukan pembiaran atas pihak yang menuntut pembubaran atau penghadangan kepada tokoh dari penggerak #2019GantiPresiden itu.

“Itu pelanggaran HAM terberat jika aparat membiarkan. Selama tidak ada kata makar atau upaya-upaya melawan negara, maka tidak ada masalah dengan #2019GantiPresiden ini,” jelas Tadjuddin.

Acara peresmian dan diskusi itu diakhiri dengan pembacaan doa oleh Ustad Firdaus Malie dan foto bersama dengan para relawan.

MASUKKAN KOMENTAR ANDA