Resmi Ditetapkan Gubernur Sulsel Terpilih, Nurdin Abdullah Siapkan Pemerintahan Baru

32
Nurdin Abdullah - Andi Sudirman Sulaiman (NA - ASS) resmi ditetapkan sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih pada Pilgub Sulsel 2018. Penetapan itu dilakukan dalam rapat pleno terbuka KPU Sulsel di Hotel Max One, Jalan Taman Makam l Pahlawan, Kamis (26/7/2018) malam.
Nurdin Abdullah - Andi Sudirman Sulaiman (NA - ASS) resmi ditetapkan sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih pada Pilgub Sulsel 2018. Penetapan itu dilakukan dalam rapat pleno terbuka KPU Sulsel di Hotel Max One, Jalan Taman Makam l Pahlawan, Kamis (26/7/2018) malam.

PORTALMAKASSAR.COM – Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman (NA – ASS) resmi ditetapkan sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih pada Pilgub Sulsel 2018. Penetapan itu dilakukan dalam rapat pleno terbuka KPU Sulsel di Hotel Max One, Jalan Taman Makam l Pahlawan, Kamis (26/7/2018) malam.

 

“Menetapkan saudara Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman sebagai pasangan calon terpilih untuk periode 2018 – 2023 dengan perolehan suara 1.867.303 atau 43.70% dari total suara sah,” kata Ketua KPU Sulsel Misna M Hattas membacakan putusan dalam rapat pleno, Kamis (26/7).

Pascapembacaan, SK penetapan kemudian diserahkan ke sejumlah pihak, diantaranya partai pengusung yakni PAN, PKS, dan PDIP. Hasil itu juga diserahkan ke Liaison Officer (LO) masing-masing Pasangan Calon (Paslon), DPRD Sulsel, Serta, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel.

Nurdin Abdullah pascamenerima SK penetapan mengaku bersyukur atas penetapan sebagai Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel.

“Hari ini (red) kita sudah ditetapkan oleh KPU  Sulsel. Sebagai langkah awal, kita sudah melakukan diskusi dengan pemerintah Sulsel. Karena yang pertama akan kita hadapi adalah APBD Perubahan yang diharap 2018 bisa segera dirasakan oleh masyarakat Sulsel,” ujar Nurdin Abdullah.

Diskusi-diskusi itu, kata Mantan Bupati Bantaeng dua periode, diperlukan lantaran, roda pemerintahan diyakini tidak akan serta merta bisa beralih 100% seketika itu juga. Menurut dia, ada tahapan, pada bidang apa saja pemerintahan baru ini bisa memulai.

“Kita harus tahu dulu kekuatan kita dimana? Kita harus mulai mengambil alih tanggung jawab ini. Pak Sudirman sudah membuat tim mempersiapkan pemerintahan yang baru. Masyarakat sudah menunggu pemerintahan yang baru,” ujarnya.

Selain diskusi dengan Pemerintah Provinsi, Nurdin juga memastikan akan melakukan hal yang sama dengan pihak DPRD Sulsel, terutama untuk membahas soal anggaran. Itu untuk mengetahui apakah anggaran mencukupi untuk melanjutkan sejumlah program strategis pemerintahan sebelumnya.

“Terutama dalam proses budgeting, karena ada beberapa program strategis sebelumnya, apakah APBD itu mampu melanjutkan. Bagaimana program yang belum selesai, ini tentu harus kita carikan uang. Tidak ada program 100 hari, kita bergerak cepat,” papar dia.

Nurdin juga sempat menyinggung soal megaproyek Sulsel yang masih tersendat. Kepada awak media, Nurdin bilang hal itu tak perlu menjadi kekhawatiran. Karena dirinya pasti akan melanjutkan megaproyek, seperti Center Point of Indonesia (CPI) dan Kereta Api.

“Ini kan uang rakyat. Tentu harus dimanfaatkan. Kita punya tanggung jawab kita. Ini tiga tahun harus dituntaskan. Seperti CPI, ada APBD di dalam, terus sekarang dikomersilkan, ini harus diperjelas. Kita berharap, CPI ini tidak harus diambil seluruhnya dulu. Tapi tetap prioritas,” sambung Nurdin.

Selain CPI, megaproyek lain yang akan menjadi perhatian adalah seperti Stadion Barombong yang tak lagi mampu dibiayai oleh Pemerintah Sulsel. Semua megaproyek tersebut ke pemerintah pusat.

Saya akan sampaikan ke Presiden semua ini. Karena saya tangan kanan presiden sekarang,” terang Nurdin.

Sumber : Sindo

Berikan Komentar