Sjarief Widjaja: PPI Paotere Telah Bertransformasi Menjadi Pelabuhan Perikanan Modern

210
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sjarief Widjaja melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan pada tanggal 18 - 19 Februari 2018 lalu

PORTALMAKASSAR.com – Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sjarief Widjaja melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan pada tanggal 18 – 19 Februari 2018 lalu.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Pelabuhan Pendaratan ikan (PPI) Paotere. Selain melihat progres renovasi, Sjarief Widjaja juga melakukan dialog dengan nelayan sekaligus menyerahkan bantuan sarana untuk nelayan dan penjual ikan. Sebagaimana diketahui, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menjadikan Paotere sebagai salah satu pelabuhan perikanan yang didorong untuk menjadi model PPI higienis.

Tahun lalu, KKP menyiapkan anggaran untuk merehabilitasi beberapa bagian seperti lantai dermaga, pembangunan atap hingga penyiapan sarana prasarana PPI yang sesuai standar yang diinginkan KKP. Standar dimaksud antara lain kondisi drainase yang lancar sehingga tidak berbau amis atau busuk, adanya cool box untuk menjaga ikan tetap dalam sistem rantai dingin, penyiapan celemek dan sepatu kerja untuk penjual ikan hingga penyiapan tempat sampah.

Pada kesempatan tersebut, Sjarief Widjaja melihat langsung kegiatan pendaratan dan penyimpanan ikan serta berdiskusi dengan komunitas pedagang ikan Paotere. Menurut Sjarief, bantuan KKP ini tidak mungkin meng-cover semua kebutuhan nelayan atau pedagang ikan di Paotere, karenanya dibutuhkan kerjasama antar lini seperti Dinas Perikanan Provinsi dan Kota termasuk pengurus HNSI dan Koperasi.

“Kuncinya kita perlu sabar, perlahan, jika ini dijaga oleh semua pihak maka PPI Paotere akan menjadi contoh bagi PPI yang lain di Indonesia. Sekarang ini PPI Paotere telah bertransformasi menjadi pelabuhan perikanan modern ” jelas Sjarief.

Pada kunjungan kerja ke PPI Paotere, hadir pula Direktur Pelabuhan Perikanan KKP, Fritz Lesnussa, Kepala BKIPM Makassar, Sitti Chadidjah, Kepala Dinas Perikanan Kota Makassar, Rahman Bando, Kabid Perikanan Tangkap DKP Propinsi Sulsel, Saharuddin, Kasubdit Pelabuhan Perikanan KKP, Syahril A. Raup serta Ketua HNSI Kota Makassar, Arsyad H. Bua.

Ditemui di tempat terpisah, Kepala Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan hasil Perikanan Makassar, Sitti Chadijah, menyatakan PPI Paotere menjadi salah satu lokasi pengawasan mutu perikanan domestik sesuai dengan amanat Inpres Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

“Sesuai dengan Inpres tersebut, BKIPM Makassar diberikan otoritas untuk melakukan pengawasan mutu untuk keperluan konsumsi dalam negeri dengan sasaran pasar tradisional, pasar modern, pelabuhan perikanan dan Unit Pengolahan Ikan. Tujuannya adalah untuk menginventarisasi sentra-sentra penyedia pangan sehat khusus ikan di kota Makassar. Selain pengawasan mutu domestik, kami juga telah melakukan monitoring kesegaran ikan, residu dan bahan berbahaya di PPI Paotere” ungkap Sitti. (*)

(red3)

MASUKKAN KOMENTAR ANDA