Srikandi FMI: Perempuan Harus Melek Pendidikan Politik

336
Juru bicara Srikandi Fraksi Muda Indonesia (FMI) Irnawati Bahtiar
Juru bicara Srikandi Fraksi Muda Indonesia (FMI) Irnawati Bahtiar

PORTALMAKASSAR.com –  Memperingati hari perempuan international (International Woman’s Day) Juru bicara Srikandi Fraksi Muda Indonesia (FMI) Irnawati Bahtiar, angkat bicara terkait urgensi pendidikan politik bagi perempuan.

“Peran perempuan dan laki-laki pada dasarnya sama, itu juga telah diamanatkan oleh konstitusi Indonesia pada Undang-undang Dasar Tahun 1945, pada penggalan Pasal 28D ayat 1 berbunyi “setiap orang berhak atas perlakuan yang sama di hadapan hukum” ungkapnya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa baik laki-laki maupun perempuan pada dasarnya sama dihadapan hukum, berperan dalam politik, berperan dalam dunia pendidikan, berperan dalam dunia kesehatan, dan berperan dalam bentuk apapun demi kemajuan dan keutuhan negara tercinta yakni Negara Nesatuan Republik Indonesia.

Berkecimpung di wadah yang fokus pada pendidikan politik (FMI), menjadikan alumnus Pascasarjana Komunikasi Unpad ini, peka terhadap Pendidikan Politik. Baginya perempuan harus turut andil dalam berbagai bidang. Apapun bidang yang di geluti perlu adanya pendidikan awal. Termasuk bidang Politik, perempuan perlu adanya Pendidikan Politik.

Pendidikan politik bagi perempuan dinilai penting. Apalagi menjelang pilkada maupun pilpres, kaum perempuan bukan hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga memiliki hak dipilih, menjadi penyelenggara, dan bahkan menjadi pengawas pemilu.

“Posisi apapun perlu ada edukasi, karena jangan sampai  perempuan hanya dijadikan alat politik dengan imimg-iming semu” tuturnya.

Dengan kuantitas yang lebih banyak dibanding laki-laki, perempuan memang sudah seharusnya secara kualitatif turut ambil bagian dalam  ranah politik. Namun agar tidak terjerumus pada iming-iming semu, maka pendidikan politik merupakan upaya agar tidak terjadi hal demikian, bahkan harusnya memiliki wadah edukasi agar melek politik.

(red4)

MASUKKAN KOMENTAR ANDA