Surya Paloh: Nasdem, Partai dengan Jumlah Kader Kepala Daerah Terbanyak

Dok. Ari Hanggara
Surya Paloh dan Danny Pomanto (Dok. Ari Hanggara)

PORTALMAKASSAR.COM – Dilantiknya Danny Pomanto menjadi kader Partai NasDem menambah panjang deretan kepala daerah yang tergabung dalam barisan Partai Nasional Demokrat. Setidaknya, hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Surya Paloh.

 

Ditemui seusai menghadiri pelantikan Danny beserta enam orang komponen kepala daerah lainnya di Hotel Claro, Kamis (27/9/2018), Surya Paloh mengemukakan bahwa saat ini NasDem menjadi partai yang memiliki kader sebagai gubernur terbanyak di Indonesia.

“Sekarang ada sembilan gubernur (di) NasDem, 182 kepala daerah dan wakil kepala daerah, itu bukan kecil lagi. Partai yang memiliki jumlah (kader sebagai) gubernur terbayak hari ini, di republik ini, (adalah) NasDem,” ungkapnya.

Lanjutnya, bergabungnya berbagai elemen masyarakat ke dalam Partai NasDem ini merupakan sebuah fenomenal. Melihat usia NasDem sendiri yang masih menginjak enam setengah tahun.

“Ini alam berpihak pada NasDem. Ini momentumnya NasDem saya pikir. Kehadiran berbagi elemen tokoh masyarakat yang bergabung dengan arus perubahan di partai nasdem ini luar biasa. 43 tahun saya pernah di partai besar yang juga sekarang masih besar, namanya Partai Golkar (sedangkan) NasDem baru enam setengah tahun ini. Ini sebuah fenomenal,” ujarnya.

Surya Paloh juga berpesan kepada para kader yang baru dilantik untuk segera melakukan penyesuaian diri agar dapat menyatukan tekad dalam gerakan perubahan restorasi Indonesia yang selama ini didengungkan NasDem.

“Segera melakukan penyesuaian diri, tetapi yang pasti NasDem tidak mengenal (kader) yang baru dengan yang lama. Semua sama. Yang baru masuk kemarin dengan saya yang mendirikan NasDem, sama di NasDem. Nah itu gerakan perubahan itu disitu. Perubahan mindset,” lanjutnya.

“Karena yang kita inginkan adalah bagaimana menyamakan spirit, semangat, satu kesatuan, satu tekad membawa misi perjuangan bersama yaitu gerakan perubahan restorasi Indonesia,” tutupnya.

(syamsi)

Berikan Komentar