Tak ada Istilah Ditolak, P2TP2A Makassar Proses Semua Aduan Masyarakat Hingga Tuntas

267
P2tp2a
Kantor P2TP2A Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar, Jl Anggrek Raya.

PORTALMAKASSAR.com
Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan & Anak atau P2TP2A Kota Makassar menerima aduan dan menyelesaikannya hingga tuntas.

“Inilah komitmen kita dalam memberikan pelayanan mengawal sampai tuntas persoalan yang diadukan terkait persoalan anak dan perempuan di Kota Makassar,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, Tenri A Palallo, menjelaskan fungsi salah satu bidangnya P2TP2A, Rabu (31/1/2018).

P2TP2A beralamat di Jalan Anggrek Raya Toddopuli (samping eks Terminal Toddopuli), dibuka 24 jam.

“Setiap hari antara 4-5 datang mengadu dengan berbagai kasus. Baik itu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), sengketa anak, pemerkosaan, orang kesasar, anak putus sekolah,” jelas Kasi Perlindungan Hak Perempuan, P2TP2A, Tinaba Mangiwa saat ditemui di kantornya, Jl Anggrek Raya, Rabu (31/1) sore.

Semua aduan tersebut kata dia akan diproses hingga penyelesaiannya. Karena P2TP2A Makassar sudah bekerjasama lintas sektor.

“Seperti jaksa, hakim, polisi, dokter, psikolog, BNN, dinas sosial, dinas pendidikan, home care dan LSM dan lain-lain,” jelas Tina sapaannya kepada portalmakassar.com.

Gunanya kata Tina, koordinasi terkait persoalan yang masuk dapat langsung sampai ditujuan dan tuntas.

“Seperti anak putus sekolah. Kami langsung berkoordinasi ke dinas pendidikan untuk mencari jalan agar anak ini kembali sekolah. Ada juga kesasar dan kita kembalikan ke asalnya,” katanya.

P2TP2A juga memiliki satu unit mobil pelayanan yang diberikan langsung dari kementrian pemberdayaan perempuan dan anak serta rumah aman.

“Rumah aman ini kami tidak bisa sampaikan alamatnya. Disitu ada kami tampung anak yang bermasalah hukum tapi masih dibawah umur. Disana diberikan pembinaan,” katanya lagi.

Untuk layanan P2TP2A, jelas dia dengan datang langsung ke kantor di Jl Anggrek Raya, bisa juga melalui telepon di nomor (0411) 3633733.

“Setiap aduan yang masuk tidak ada yang ditolak. Kalau mereka menelpon kami minta datang ke kantor untuk mengisi daftar pengaduan, lalu kita dampingi, sampai tuntas,” tutupnya.

(ads/red1)

MASUKKAN KOMENTAR ANDA