Tidak Adanya Diskusi, PKL Slamet Riyadi Menolak Untuk di Relokasi di Kanrerong

Relokasi PK5 di Jalan Slamet Riyadi

PORTALMAKASSAR.COM – Sebagian Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Slamet Riyadi menolak direlokasi ke PKL Centre Kanre Rong Karebosi.

 

Diketahui sebanyak 24 pedagang di kawasan Kecamatan Ujung Pandang menolak untuk di relokasi. Pasalnya, Mereka menganggap kebijakan itu tidak melalui proses yang transparan dan demokratis.

“Seharusnya pak Danny lebih mengedepankan proses dialog ajak kami berdiskusi, jangan seolah-olah menganggap kebijakan pemkot memang yang dibutuhkan PK5,” kata Perwakilan Kelompok PKL Slamet Riyadi Zainal Siko, Kamis (10/1/2019).

Zainal menilai, penempatan Karebosi sebagai tempat relokasi bagi PKL tidak tepat. Sebab, Karebosi sebagai fasilitas umum semestinya tidak bisa dijadikan tempat jualan.

Alasan lain, kata Zainal, karena adalah konsep Kanre Rong hanya menawarkan PKL sebagai penjual kuliner. Tidak boleh menjual minuman, rokok, dan pulsa. Sementara, ketiga item itu adalah andalan bagi rata-rata pedagang di sana.

“Masalah lain bagaimana dengan pedagang yang menjual produk (pendukung) PT. Pos Indonesia, mereka bukan masuk jenis PK5 ala Kanre Rong,” ucapnya.

Seharusnya, tim gabungan Pemkot Makassar melakukan pembongkaran lapak PKL hari ini. Pasalnya, hari ini merupakan batas waktu yang berikan untuk direlokasi ke Kanre Rong.

Sebelumnya, menurut Camat Ujung Pandang Andi Patiware, lapak di Jalan Slamet Riyadi akan dibongkar untuk direlokasi ke Kanre Rong. Apalagi, sebagian pedagang sudah dibagikan ID Card.

“Dari Juli 2017 kita sosialisasi, kita memang rencanakan awal tahun ini pemindahannya, yang pindah hari ini kita sudah bagikan kemarin ID Card,” kata Pariware.

MUH. ERVIN SAPUTRA

Berikan Komentar