Tolak Permenhub 108, Driver Online Makassar: Taksi Online Tidak Bisa Disamakan Taksi Konvensional

Driver taksi online Makassar menolak Permenhub, Rabu (31/1).

PORTALMAKASSAR.com – Aliansi Driver Online Makassar (ATOM) melakukan aksi menolak peraturan menteri perhubungan (permenhub) No 108 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek.

Aksi digelar di depan Monumen Mandala, Jl Jenderal Sudirman, Rabu (31/1/2018) siang dengan menghadirkan seratusan peserta.

Koordinator lapangan, Syarif dalam orasinya mengatakan permenhub cenderung akan merugikan dan meresahkan stabilitas sosial masyarakat khususnya driver kendaraan transportasi berbasis aplikasi.

Permenhub ini lanjut dia, dinilai sangat mengekang hak kemandirian dari para driver penyedia jasa transportasi berbasis digital.

“Yang menurut kami tidak bisa disamakan dengan taksi konvensional,” ucapnya saat membacakan pernyataan sikap.

Alasan taksi online tidak bisa disamakan taksi konvensional, lanjut Syarif, karena aturan ini akan menghilangkan keistimewaan masyarakat yang menggunakan transportasi berbasis aplikasi.

“Salahsatunya penempelan stiker berukuran besar pada taksi berbasis aplikasi. Hal inilah membuat keistimewaan taksi online kehilangan nilai jualnya. Kamipun menilai, permenhub akan membunuh hak masyarakat yang ingin menjadi sopir taksi online,” paparnya.

Aksi driver taksi online Makassar di Jl Jendral Sudirman (Depan Monumen Mandala), Rabu (31/1).

Mengapa demikian, menyusul setiap pengemudi taksi online diwajibkan memiliki SIM A umum, Uji KIR sehingga memberatkan sopir online. Karena biaya yang dibutuhkan untuk pengurusan, kata dia, tidak sedikit.

“Olehnya itu ATOM mendesak pihak Kemenhub untuk segera membatalkan Permenhub No 108 tahun 2017. Kedua meminta pemerintah segera membuat regulasi antara pihak driver online dengan pihak perusahaan transportasi online,” pungkasnya.

Lebih lanjut, jika tuntutan mereka tidak diindahkan, para driver online akan melakukan aksi lanjutan dengan massa lebih banyak lagi.

“Jika tidak ada revisi peraturan, kami akan kembali melakuka aksi besar-besaran,” tegasnya.

Sementara Koordinator ATOM, Hidayat di lokasi aksi menyampaikan aspirasi ini juga akan dilakukan di DPRD Sulsel di hari yang sama agar bisa memediasi persoalan ini.

“ATOM tergabung 15 komunitas driver online di Makassar. Setiap komunitas punya anggota 50 an orang. Aspirasi ini bagian dari penolakan kami dengan kebijakan yang tertuang di permenhub. Kami tidak akan berhenti aksi hingga aksi besar besaran jika tunturan kami untuk merevisi tidak di jalankan,” paparnya.

Dalam aksi ini, sejumlah kendaraan driver di parkir di titik aksi serta di jaga aparat kepolisian.

(red1)

Berikan Komentar