Wakil Ketua Pansus Dewan Sarankan PDAM Rombak Direksi, Tak Perlu Diswastanisasikan

101
Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) PDAM kota Makassar, Badaruddin Ophier
Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) PDAM kota Makassar, Badaruddin Ophier

PORTALMAKASSAR.com – Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) PDAM kota Makassar, Badaruddin Ophier mengingatkan kembali terkait adanya keinginan untuk mengubah PDAM yang berstatus Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT) yang diswastanisasikan.

Menurut Ophier, ia lebih memilih PDAM tetap menjadi PD dengan alasan bahwa saat ini Pemerintah/PDAM telah memiliki aset lengkap yang hanya perlu dikelola dengan baik kembali.

“Saya lebih condong tetap menjadi Perusda (PD), yang perlu dilakukan itu adalah pembenahan sumber daya manusia (SDM). Direksi PDAM, Badan Pengawas, Karyawan, semuanya perlu dievaluasi kembali. Dalam hal ini bagaimana supaya Dapat menekan tingkat kebocoran 3 juta kubik Air dari produksi air 7 juta kubik setiap bulannya yang terus terjadi,” kata Ophier kepada wartawan, Senin (5/3/2018).

iklan

Ophier menjelaskan, kebocoran Air yang selama ini terus saja terjadi, kabarnya mencapai tingkat kehilangan Air di PDAM hampir 50%? setiap bulannya dari tahun ke tahun. “Apakah ini suatu keberhasilan 3 juta kubik kebocoran setiap bulannya, baik fisik atau non fisik,” jelas Ophier.

Lanjut mantan Tim Verifikasi Kehilangan Air PDAM Makassar ini mengatakan bahwa sejauh ini aset di PDAM masih tetap layak dengan mempunyai 5 instalasi yakni Instalasi Pengelolaan Air (IPA) I Ratulangi, IPA II Panaikang yang sekarang dipihak ketigakan (PT Traya), IPA III Antang, IPA IV Maccini Sombala (PT. MTS) dan IPA V Sombaopu (PT. Anugrah Tirta Sejahtera).

“Saya sepaham dengan BUMD kita di PDAM, Aset sudah siap, masih tetap layak karena masih memungkinkan mempunyai 5 instalasi. itu saja yang kita kelola.”

“Nah, sekarang yang kita minta adalah transparansi kenapa kebocoran administrasi, kehilangan fisik dan nonfisik terjadi begitu besar seperti ini dan itu tetap kejadian setiap tahunnya, mampu nda PDAM menjelaskan itu,” ucapnya.

Ophier menegaskan bahwa kebocoran yang dari priode ke priode direksi, tingkat kehilangan air ini sangat signifikan naik. itu dikarenakan kesalahan pengelolaan oleh direksi PDAM, “Sekali lagi, PDAM itu sebaiknya hanya dievalusi mulai dari Direksi, Badan Pengawas sampai ketingkat Karyawan,” tegasnya.

Kenapa tidak menginginkan dirubah menjadi PT? Menurut Ophier, pengalihan ke pemilik modal atau PT hanya akan menjadikan PDAM sebagai perusahaan pemburu profit yang tidak mengutamakan fungsi sosial demi tujuan utama memberikan layanan Air kepada masyarakat.

“Otomatis kalau dia swasta yang diutamakan pasti profit dan itu akan berimbas kepada masyarakat ketika pemerintah telah lepas tangan memberikan subsidi yang akan berujung pada naiknya tarif air,” pungkas Bro Ophier, Legislator Fraksi Partai Gerindra itu.

Sebelumnya, Pansus PDAM di DPRD kota Makassar menggelar rapat terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang status PDAM yang berlangsung di Ruang Rapat Banggar DPRD Makassar, Jumat (2/3/2018).

Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota Pansus berpandangan, PDAM harus diswastanisasikan, sementara sebagian lainnya memilih agar PDAM tetap Perusahan Daerah.

(red4/rils)

MASUKKAN KOMENTAR ANDA